laporan akhir




1. Jurnal [Kembali]


JURNAL PRAKTIKUM

POTENSIOMETER, TAHANAN GESER, DAN JEMBATAN WHEATSTONE



Nama                       : Abid Fawwazhari

No BP                       : 2410951028

Tanggal Praktikum : 25 Maret 2025

Asisten                     : 1. Alfi Syukri

                                        2. Muhammad Agung Maulana



1.     Penentuan Karakteristik Alat Ukur

 

 Nama Alat

   Model

Prinsip Kerja

Tingkat Ketelitian

Posisi

AlatUkur

Kelas Isolasi

Jenis Input

Range 

Skala

Faktor Pengali

 

Sensitivitas

Voltmeter I

2011

 Kumparan Putar

 0,5 

 Horizontal 

 Standar Industri(3) 

 DC 

0-30
0-100 

 3, 10, 30 dan 100 

 1mA(1000ohm/V) 

Amperemeter II

2013

  Besi Putar

 0,5 

 Horizontal 

 Standar Industri(3) 

 AC 

0-5
0-10
0-20 

 2, 5, 10 dan 20 

 45-65 Hz

 

2.     Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser secara Seri

 

 

No.

 

Xn

R (Ω)

R multimeter (Ω)

R terhitung (Ω)

I Total (A)

V Total (V)

 

1.

Xa

220 (P)

 224,2

 1425,25

 1,10 mA

 1,568 V

Xb

550 (P)

 550

 3454,5

1,10 mA 

3,80 V 

Xc

1000 (T)

977 

 5809,09

 1,10 mA

6,39 V 

 

2.

Xa

1000 (P)

 1003

 2434,5

1,10 mA 

 2,678 V

Xb

1500 (P)

 1501

3663,3 

 1,10 mA

 4,03 V

Xc

2000 (T)

 1952

4763,6 

 1,10 mA

 5,24 V


3.     Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser secara Paralel

 

 

No.

 

Xn

R (Ω)

R multimeter (Ω)

R terhitung (Ω)

I Total (A)

V Total (V)

 

1.

Xa

220 (P)

224,2 

11621,3

1,03 mA 

11,97 V 

Xb

550 (P)

 553

11621,3 

1,03 mA 

11,97 V 

Xc

1000 (T)

 977

11621,3 

1,03 mA 

11,97 V 

 

2.

Xa

1000 (P)

 1003

11509,6 

1,04 mA 

11,97 V 

Xb

1500 (P)

 1501

11509,6 

1,04 mA 

11,97 V 

Xc

2000 (T)

 1952

11509,6 

1,04 mA 

11,97 V 

 

4.     Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone

 

 

Rs (Ω)

Rx Multimeter (Ω)

Rx Terhitung (Ω)

R toleransi (%)

 75300 

34160 

 34227,27 

0,196% 


2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. rangkaian seri



Prinsip Kerja: Rangkaian 1 ini merupakan rangkaian seri, arus pada rangkaian 1 ini mengalir dari positif sumber ke negatif sumber, searah dengan jarum jam. pada rangkaian seri arus yang mengalir pada XA, XB dan XC sama sehingga  I=IXA=IXB=IXC, arus pada rangkaian seri dapat dicari dengan persamaan I = Vth/Rth ,  sedangkan tegangan pada rangkaian seri berbeda beda pada tiap hambatannya, untuk mencari tegangan seri pada sebuah hambatan XA dapat dicari dengan persamaan VA= I*XA  dengan XA adalah sebuah hambatan.  begitu pula untuk mencari tegangan pada hambatan XB dan hambatan XC sedangkan Vth adalah jumlah keseluruhan tegangan Vth= VA+VB+VC.

2. rangkaian paralel


    Prinsip Kerja: rangkaian ini merupakan rangkaian paralel, arus mengalir dari positif sumber ke negatif sumber, sehingga aliran arus searah dengan jarum jam. pada rangkaian ini terjadi pembagian arus, arus yang mengalir dari positif sumber terbagi  menjadi tiga lalu mengalir ke negatir sumber. konsep tegangan pada rangkaian paralel ini adalah ketika 2 atau lebih hambatan diparalelkan maka tegangan pada tiap tiap hambatan akan sama Vth= VA=VB=VC untuk mencari Vth itu sendiri dapat digunakan persamaan  Vth = Ith*Rth, atau dengan cara mencari nilai tegangan pada satu hambatan saja VA= IA.XA maka akan didapat Vthnya. Prinsip kerja arus pada rangkaian paralel yaitu arus total yang mengalir pada rangkaian paralel adalah jumlah arus yang mengalir pada tiap tiap hambatan yang diparalelkan hal ini menyatakan bahwa arus yang mengalir pada tiap tiap hambatan paralel  berbeda  sehingga I=IA+ IB+IC, untuk mencari arus pada tiap tiap hambatan dapat menggunkan persamaan IA= Vth/XA. 

3. Jembatan wheatstone


Prinsip Kerja: Prinsip kerja jembatan hambatan ini adalah defleksi nol. Jika perbandingan hambatan pada kedua lengan sama, maka tidak ada arus yang mengalir melalui galvanometer. Hal ini ditandai dengan defleksi nol pada galvanometer. jika (Rv1*R1 = R3*Rv2) maka arus pada galvanomeneter = 0. Oleh karena itu kita dapat mencari nilai resistansi pada Rv1 hanya dengan mengetahui 3 hambatan lainnya (Rv1 = R3*Rv2 / R1 )

3. Video Percobaan [Kembali]

Variasi Pengukuran potensiometer dan tahanan geser secara pararel


Variasi Pengukuran potensiometer dan tahanan geser secara seri 



pengukuran potensiometer menggunakan jembatan wheatstone



4. Analisa[Kembali]

1. Analisa karakteristik setiap alat ukur yang digunakan!

jawab:

    A. voltmeter

  • Tingkat ketelitian : tingkat ketelitian pada voltmeter ini ada di 0,5
  • Posisi alat ukur : posisi voltmeter saat digunakan yaitu dengan cara horizontal
  • Jenis input : jenis input pada voltmeter ini menggunakan arus DC
  • Range skala : range skala pada voltmeter ini 0 - 30, 0 - 100
  • Faktor pengali : 3, 10, 30, 100
  • Sensitivitas : 10000 ohm/volt

    B.  Amperemeter

  • Tingkat ketelitian: tingkat ketelitian pada amperemeter ini ada di 0,5
  • Posisi alat ukur: posisi amperemeter saat digunakan yaitu dengan cara horizontal
  • Jenis input: jenis input pada amperemeter ini menggunakan arus AC
  • Range skala: range skala pada amperemeter ini 0 - 1, 0 - 5, 0 - 10
  • Faktor pengali: 1, 5, 10
  • Sensitivitas: 45-65 Hz

 

2. Analisa perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian seri! 

jawab: 

Menggunakan Tahanan Geser
Jika hambatan bertambah → Arus menurun
Jika hambatan berkurang → Arus meningkat
Tegangan pada tiap komponen berubah sesuai dengan hukum pembagian tegangan.

    Menggunakan Potensiometer
Potensiometer sebagai pembagi tegangan menghasilkan tegangan keluaran yang bisa diatur.
Jika resistansi bagian atas meningkat → Tegangan keluaran menurun
Jika resistansi bagian bawah meningkat → Tegangan keluaran meningkat


3. analisa perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian paralel!

jawab:

Dalam rangkaian paralel, tegangan pada setiap cabang sama, sedangkan arus terbagi sesuai dengan nilai hambatan masing-masing cabang.

Menggunakan Tahanan Geser
Jika hambatan bertambah → Arus pada cabang tersebut menurun
Jika hambatan berkurang → Arus pada cabang tersebut meningkat
Tegangan tetap pada setiap cabang karena rangkaian paralel

Menggunakan Potensiometer
Potensiometer dapat digunakan sebagai pembagi arus dalam rangkaian paralel.
Jika resistansi bagian tertentu meningkat → Arus ke jalur tersebut menurun
Jika resistansi bagian tertentu menurun → Arus ke jalur tersebut meningkat
Tegangan di setiap jalur tetap konstan sesuai dengan sumber tegangan.

Namun karena ada kesalahan pada pengunaan module oleh praktikan saat melakukkan pengukuran data  menyebabkan data yang membuat nilai arus pada rangkaian paralel sama.

4. Analisa persen R pengukuran potensialmeter menggunakan jembatan wheatstone

jawab:

Perhitungan persentase kesalahan

Persentase kesalahan dalam pengukuran resistansi menggunakan Jembatan Wheatstone dapat dihitung dengan rumus:

  • R toleransi =  x 100 %
  • dengan Rx terhitung = Rs x R3 / R1 
Dari hasil pengukuran didapatkan nilai persen R adalah 0,196% dengan rincian : 

R1 = 100 ohm

R3 = 220 ohm

Rs = 75300 ohm

Rx multimeter (ohm) = 34160 ohm

  • Rx terhitung = Rs x R1 / R3 =  75300 x 100 / 220 = 753000/ 220 = 34227,27 ohm 
  • R toleransi =  x 100 %
  • R toleransi = |34227,27 - 34.160 / 34160| x 100% 
  • R toleransi = 0,196 %
sesuai dengan data dalam tabel di modul  didapatkan persentase kesalahan nya(%R) yaitu 0,196% sesuai dengan perhitungan pada data perhitungan.

5. Download File[Kembali]

  • Laporan Akhir [klik disini]
  • Video Analisis 
  • Video Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser Secara Seri [klik disini]
  • Video Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser Secara Paralel [klik disini]
  • Video Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone [klik disini]



Komentar